Mengukur Efisiensi Produksi: Jawaban Tantangan Produktivitas Era Modern

Mengukur Efisiensi Produksi: Jawaban Tantangan Produktivitas Era Modern

Oleh Teteng Karyana

Bandung 15 Juli 2025 – Di tengah derasnya arus kompetisi global dan percepatan teknologi digital, industri konveksi di Indonesia menghadapi tantangan yang tidak bisa dianggap remeh. Bukan hanya karena harga bahan baku yang terus merangkak naik atau selera pasar yang berubah begitu cepat, melainkan karena persoalan yang lebih mendasar: proses produksi yang tidak efisien dan sarat pemborosan. Akibatnya, produktivitas pun stagnan.

Masalah ini semakin terasa berat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mendominasi sektor konveksi nasional. Di tengah keterbatasan sumber daya, ketidakefisienan produksi bisa menjadi ancaman serius bagi kelangsungan usaha. Padahal, di era sekarang, daya saing tidak lagi hanya soal seberapa banyak produk yang dihasilkan, tetapi seberapa efisien dan bernilai tambah proses produksi itu dijalankan.

Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa solusi nyata sudah tersedia. Salah satunya datang dari implementasi pendekatan Lean Manufacturing. Studi yang dipublikasikan oleh Proceedings Universitas Islam Bandung dan The Sean Institute (2023) mencatat bahwa penggunaan alat seperti Value Stream Mapping dan metode 5S mampu meningkatkan efisiensi proses dari 57,26 persen menjadi 76,19 persen. Lebih dari itu, waktu produksi berkurang lebih dari 100 menit. Artinya, hanya dengan perbaikan sistem kerja yang terukur dan konsisten, produktivitas bisa melonjak hampir 20 persen.

Penelitian lain di sektor IKM Jakarta Barat (2021) menguatkan temuan ini. Mereka menyimpulkan bahwa peningkatan produktivitas bisa dicapai dengan menghilangkan berbagai bentuk pemborosan melalui cara yang sederhana dan murah. Identifikasi waste menjadi alat penting dalam membentuk industri yang lebih ramping, responsif, dan efisien (iccd.asia).

Bahkan studi internasional pada tahun 2024 turut menegaskan pentingnya pendekatan lean dalam menjawab tantangan industri modern. Penerapan prinsip Lean Manufacturing terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi pemborosan dalam berbagai lini produksi.

Temuan-temuan tersebut memberi pesan yang jelas: produktivitas bukan sekadar target kuantitatif, melainkan cerminan dari proses yang tertata, sistematis, dan hemat sumber daya. Saatnya pelaku UMKM konveksi mulai melihat efisiensi sebagai investasi, bukan beban. Karena di tengah ketidakpastian pasar dan tekanan biaya, efisiensi adalah bentuk keberanian untuk bertahan dan bertumbuh.

Efisiensi Produksi Bukan Sekadar Mengurangi Biaya

Efisiensi produksi adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan produk sebanyak-banyaknya dengan sumber daya seminimal mungkin. Namun dalam praktiknya, efisiensi tidak cukup hanya diukur dari sisi penghematan biaya atau pemangkasan waktu kerja. Efisiensi melibatkan seluruh sistem kerja secara menyeluruh, mulai dari perencanaan bahan baku, alur produksi, pengelolaan tenaga kerja, hingga teknologi produksi yang digunakan.

Industri konveksi yang mengandalkan tenaga kerja manual sangat rentan terhadap pemborosan. Kesalahan kecil seperti salah potong kain, penumpukan bahan di titik tertentu, atau sistem kerja yang tidak ergonomis dapat menghambat output secara signifikan. Inilah mengapa efisiensi harus menjadi perhatian utama dalam manajemen produksi sehari-hari.

Pemborosan Produksi Musuh yang Tak Terlihat

Dalam manajemen produksi modern, dikenal tujuh jenis pemborosan atau waste yang harus dihindari karena dapat menurunkan efisiensi secara drastis. Ketujuh pemborosan tersebut adalah:

Overproduction yaitu produksi berlebih dari kebutuhan

Waiting yaitu waktu tunggu yang tidak produktif

Transportation yaitu perpindahan barang yang tidak efisien

Overprocessing yaitu proses yang lebih rumit dari yang diperlukan

Inventory yaitu penumpukan stok yang tidak terkontrol

Motion yaitu gerakan pekerja yang tidak perlu

Defect yaitu produk gagal atau cacat

Contoh konkret di industri konveksi adalah saat penjahit harus bolak-balik mengambil bahan karena ruang kerja tidak tertata rapi. Atau ketika proses inspeksi kualitas dilakukan di akhir alih-alih sepanjang proses, sehingga cacat baru ditemukan saat produk sudah jadi. Hal-hal seperti ini terlihat sepele, namun akumulasi kerugiannya bisa sangat besar.

Produktivitas Kerja Harus Cepat dan Tepat

Produktivitas kerja dalam industri konveksi dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan, antara lain:

Keterampilan teknis tenaga kerja

Kedisiplinan dan motivasi kerja

Struktur organisasi dan sistem kerja

Teknologi produksi dan otomatisasi

Kepemimpinan serta budaya kerja perusahaan

Sayangnya, sebagian pelaku industri hanya mengejar target tanpa memperhatikan kualitas dan kenyamanan kerja. Padahal manusia bukan mesin. Karyawan yang bekerja dalam tekanan tinggi tanpa pelatihan, ruang kerja yang tidak layak, atau sistem kerja yang membingungkan cenderung menghasilkan produk yang kurang konsisten. Hal ini pada akhirnya merugikan perusahaan sendiri.

Belajar dari Penelitian Empiris

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi produksi sangat mungkin dicapai dengan menerapkan prinsip Lean Manufacturing yaitu pendekatan manajemen produksi yang fokus pada pengurangan pemborosan dan peningkatan nilai bagi pelanggan.

Sebagai contoh, studi pada beberapa UKM konveksi di Bandung dan Yogyakarta membuktikan bahwa penerapan metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) dapat mempercepat alur kerja, meningkatkan kebersihan area produksi, dan membuat karyawan bekerja lebih fokus. Selain itu, penggunaan software produksi sederhana seperti digital order board juga mampu mempercepat pengambilan keputusan dan meminimalisasi kesalahan.

Kerangka Pemikiran untuk Aksi Nyata

Jika ditarik benang merah dari berbagai tantangan dan temuan di lapangan, maka peningkatan efisiensi produksi hanya dapat dicapai melalui sinergi antara aspek teknis dan manusia. Beberapa langkah konkret yang dapat diterapkan pelaku industri konveksi antara lain:

Melakukan pemetaan proses kerja dari hulu ke hilir

Mengidentifikasi titik-titik rawan pemborosan

Meningkatkan kapasitas tenaga kerja melalui pelatihan rutin

Memanfaatkan teknologi sederhana yang sesuai kapasitas usaha

Menumbuhkan budaya kerja produktif dan peduli mutu

Transformasi tidak harus mahal. Yang dibutuhkan adalah kesadaran untuk berubah dan keberanian mengambil langkah kecil yang berdampak besar.

Penutup Transformasi Dimulai dari Kesadaran

Efisiensi produksi bukan semata persoalan teknis atau operasional. Ini adalah soal kesadaran manajerial dan komitmen untuk berubah. Di era persaingan global saat ini, yang bertahan bukan yang terbesar atau yang paling lama, tetapi mereka yang mampu beradaptasi dengan cepat dan bekerja dengan cerdas.

Bagi para pelaku industri konveksi, inilah saat yang tepat untuk refleksi. Apakah sistem kerja saat ini sudah benar-benar efisien Apakah karyawan diberdayakan dengan baik Apakah setiap proses memberi nilai tambah atau justru menyisakan pemborosan.

Referensi

Darmawan, R., & Salim, F. (2023). Efisiensi Energi dan Perawatan Alat Produksi pada Industri Skala Kecil. Jurnal Teknik Industri, 18(1), 33–41.

Hasibuan, M. S. P. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Heizer, J., & Render, B. (2020). Operations Management (12th ed.). Pearson.

Lestari, D., & Nugroho, A. (2020). Pengaruh Lean Production terhadap Efisiensi Proses Produksi Garmen. Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 14(2), 78–85.

Nurfadilah, R. (2023). Pengaruh Tata Letak Mesin terhadap Efisiensi Produksi di UMKM Konveksi. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 11(2), 45–52.

Pranoto, T., & Lestari, F. (2021). Implementasi Lean Manufacturing pada Industri Konveksi. Jurnal Sistem Produksi, 9(1), 25–34.

Puspitasari, S. (2022). Efektivitas Pelatihan dan Supervisi terhadap Produktivitas Tenaga Kerja di UMKM Tekstil. Jurnal Manajemen Produktivitas, 8(3), 65–74.

Rangkuti, F. (2020). Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sukarna, A. (2019). Hubungan Efisiensi Produksi dan Produktivitas Kerja. Jurnal Ilmu Manajemen, 7(2), 99–108.

Sunaryo. (2021). Efisiensi Proses Produksi pada Industri Konveksi Menengah. Jurnal Teknologi Industri, 13(1), 20–29.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *